Category Archives: Interior

Furniture Khas Indonesia

Melalui pendalaman kearifan desain Nusantara yang sarat seni dan artikulasi budaya, rangkaian koleksi furnitur ini menjadi entitas baru yang memberi kesegaran dalam paras modern Ciri khas Indonesia dalam mencipta kriya memang telah dikenal mendunia, tidak hanya batik, namun juga seni ukir hingga bangunan tradisionalnya. Desainer Kezia karin menggagas sebuah desain furnitur yang diadaptasi dari kekayaan desain Nusantara dan dikemas dalam wajah masa kini. Kezia Karin menggaet SANA Living saat melansir koleksi furnitur yang diberi tajuk 1:1 Kezia Karin. SANA Living merupakan label lokal asal Surabaya yang beranjak dari passion untuk menciptakan suatu keindahan bagi hunian. Dengan latar tersebut, koleksi furnitur SANA Living senantiasa mengarah kepada stylish living melalui kombinasi yang terbaik dari masa lalu dan masa kini. Paparan ide SANA Living dalam desainnya berakar dari tradisi Indonesia dan ragam kriya yang dilebur bersama sentuhan serta pendekatan modern. Sementara itu, Kezia Karin yang menggeluti bidang desain interior selama lebih dari satu dekade telah menyerap banyak inspirasi saat menekuni profesinya. Baginya, kekayaan budaya Indonesia tetap menjadi objek yang menyenangkan sebagai sebuah inspirasi, terlebih perbedaan budaya di setiap daerah akan memberi nuansa yang beragam pula.

“Tidak hanya kain, budaya Indonesia memiliki ciri khas yang unik dari bangunan, interior, pembagian ruang, dan tentu saja desain furniturnya.”, papar Kezia Karin saat berbincang dengan CASA Indonesia beberapa waktu lalu Selaras dalam konsep dan idealisme, Kezia Karin berduet dengan SANA Living untuk menorehkan karya anyar berupa produk furnitur yang berjiwa Indonesia. Konsep cemerlang ini disambut baik oleh LaFlo, retail furnitur ternama yang senantiasa menghadirkan label-label furnitur internasional dalam gaya kontemporer dan bercita rasa seni tinggi. Di saat bersamaan, LaFlo menggagas program LaFlo Canvas yang bertujuan menggandeng desainer-desainer Tanah Air untuk merancang koleksi furnitur hingga dapat dipasarkan sampai level internasional. Erlangga Boenawan selaku President Director LaFlo menuturkan bila kehadiran koleksi 1:1 Kezia Karin membuktikan bahwa karya desainer Indonesia memiliki kesetaraan dengan merek internasional yang telah mendunia.

Berkembang bersama program LaFlo Canvas, koleksi 1:1 Kezia Karin memang khusus didesain dan dipasarkan oleh LaFlo. Untuk rencana jangka panjang, desainer-desainer yang terlibat dalam LaFlo Canvas diharapkan dapat berpartisipasi dalam ekshibisi internasional seperti Salone del Mobile di Italia. “Tantangan menciptakan produk yang setara dengan merek internasional adalah kualitas. Kita mungkin handal dalam mengejar kuantitas, tapi untuk memenuhi standar kualitas bukanlah hal yang mudah.

Saya dan SANA Living turun tangan secara langsung untuk proses pengerjaan walaupun kami telah memiliki relasi dengan produsen yang terpercaya,” Kezia Karin melanjutkan. Menyinggung soal desain, 1:1 Kezia Karin dipenuhi inspirasi kekayaan budaya Indonesia melalui sentuhan implisit. “Saya ingin menerjemahkan Indonesia dalam wajah yang modern, elegan, dan luks. Bila saya terinspirasi kain songket, tidak serta-merta saya mengaplikasikan keutuhan songket menjadi karpet, misalnya.”, tukasnya sembari menunjuk salah satu karyanya berupa karpet dengan motif songket samar. Kekayaan material milik Indonesia terutama kayu turut menjadi fokus Kezia Karin dan SANA Living saat mengembangkan lini 1:1 Kezia Karin. Oleh karena itu, aneka jenis kayu solid khas Indonesia seperti jati atau sonokeling menjadi aksentuasi indah dari koleksi 1:1 Kezia Karin yang dapat dilihat di showroom LaFlo di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Two thumbs up

Contoh Desain interior rumah menyatu dengan alam

MEMBANGUN keluarga tidak harus selalu melakukan sebuah aktivitas keakraban khusus. sesederhana duduk bersama dan menikmati pemandangan sekitar dapat membuat ikatan keluarga semakin erat. kehadiran. Itu yang terpenting. Melalui desain ruang keluarga yang terbuka ini, setiap orang akan merasa diundang untuk datang. Tidak ada sekat yang membatasi area ini. Pun demikian, jalur sirkulasi tidak memotong pengaturan meja dan kursi. Orang yang lalu lalang diberi jalur khusus di belakang kredensa, bersebelahan dengan pintu kaca. Tatanan ini cukup unik, karena focal point di ruang keluarga ini adalah bidang yang berupa pintu kaca lebar ke arah balkon.

Terletak di area perbukitan, bukaan ini menyajikan pemandangan indah bagi ruang ini, yang sayang jika disia-siakan. Furnitur pun diatur menghadap pintu ini. Televisi yang bertengger di atas kredensa menjadi pelengkap hanya ketika malam tiba. set furniturnya dipilih yang tidak terlalu formal. sofa tiga dudukan, dengan pasangannya sofa satu dudukan, disandingkan dengan kursi dengan model berbeda. Warna biru di antara sofa moka-merah menjadi aksen yang mendatangkan kesan santai. Cushion bergambar hewan menguatkan kesan alami pada ruang ini. Tidak perlu banyak kegiatan yang didukung di ruang keluarga ini. Berbincang, membaca buku, minum teh atau kopi, bahkan sekadar duduk diam menikmati alam sekitar terasa nyaman di sini. Apa pun asalkan dilakukan bersama akan mengakrabkan keluarga.

Penataan yang Membangun Keakraban

Banyak orang keluarga di rumahnya, tetapi jarang digunakan sebagai tempat memiliki ruang berkumpul keluarganya. Ada yang keluarganya lebih sering berkumpul di teras, dapur, bahkan kamar tidur utama. setiap keluarga memiliki kebiasaan dan kesukaannya masing-masing. Tetapi, alasan mereka lebih memilih ruang lain untuk berkumpul, bisa jadi tanpa disadari karena ada yang salah dengan desain ruang keluarganya. Apa yang membuat orang betah berlama-lama mendiami sebuah ruang? Jawabannya bisa banyak.

kenyamanan ruang yang terkait dengan suhu dan pencahayaan, salah satunya. Atau fasilitas yang melengkapi. Atau pengaturan furnitur yang ada di ruang tersebut. sering kali, berbagai perabot diletakkan di ruang keluarga untuk memenuhi kelengkapannya saja. Yang penting di ruang keluarga ada sofa, meja, dan perangkat tv. Padahal, untuk ruang keluarga, penataan furnitur penting untuk membangun adanya aktivitas, misalnya bersantai atau bercakap-cakap. Berikut ini yang harus diperhatikan saat menata furnitur di ruang keluarga agar tercipta kesan akrab yang dapat menjalin percakapan.

keseimbangan

Jika di sebuah ruang keluarga terdapat sebuah sofa, di hadapan sofa tersebut sebaiknya diletakkan pula sofa lain yang ukurannya serupa. Tempat duduk di seberang sofa ini tidak harus sama bentuknya. Dua buah sofa single atau dua buah kursi, dengan meja kecil di tengahnya. Pengaturan yang simetris menciptakan kesan resmi pada ruang keluarga. Agar lebih akrab, pilihan penataan asimetris dapat dipilih. Bentuk dan model sofa dan kursi boleh beragam. Yang penting, besarnya seimbang, antara sisi kanan dan kiri. Dengan penataan seperti ini, orang akan duduk berhadapan dan merasa lebih nyaman berbicara

Pengelompokan

Untuk membangun percakapan yang akrab, furnitur yang ada di ruang keluarga sebaiknya diletakkan berdekatan. Jika semua furnitur ditaruh di sekeliling ruang, akan tercipta ruang kosong di tengah. Orang harus mengeraskan suaranya saat bercakap-cakap. Ini tentu sangat tidak nyaman. Pada ruang keluarga yang luas, lebih baik buat beberapa pengelompokan (grouping) furnitur daripada membuat satu area besar. satu kelompok bisa terdiri atas beberapa kursi dan meja yang letaknya berhadapan. Dengan demikian, orang dapat duduk nyaman di salah satu kelompok furnitur. karpet juga dapat membantu terciptanya ruang imajiner yang membatasi satu kelompok furnitur dengan kelompok lainnya.

sirkulasi

Usahakan penataan furnitur tidak terpotong jalur sirkulasi. Jalur ini sebaiknya diletakkan di luar kelompok furnitur agar perbincangan atau kegiatan apapun di ruang keluarga tidak terganggu orang yang berlalu-lalang. Pastikan juga punggung sofa tidak berhadapan dengan pintu masuk. Pengaturan ini membuat ruang keluarga terkesan tertutup dan tidak mengundang orang masuk. Dengan penataan yang terbuka dan berkesan akrab di ruang keluarga, orang merasa kebutuhannya terpenuhi, baik ia sekadar menonton TV, membaca buku, atau berbincang-bincang. semua anggota keluarga pasti akan kembali dan kembali lagi ke ruang yang dianggapnya nyaman tersebut.